Langkah strategis melalui gerakan Gulat Go to School ini diawali dengan kerja sama erat antara pengurus cabang olahraga dan dinas pendidikan setempat. Para pelatih dan atlet senior mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan demonstrasi teknik dasar yang aman dan menarik. Siswa diberikan kesempatan untuk mencoba gerakan-gerakan dasar di atas matras standar bawah pengawasan ahli. Pendekatan langsung ini terbukti sangat efektif dalam memicu rasa ingin tahu remaja yang selama ini mungkin hanya melihat olahraga ini melalui layar kaca. Dengan menghadirkan pengalaman nyata, minat siswa untuk bergabung dengan kegiatan ekstrakurikuler atau klub lokal menjadi tumbuh secara alami tanpa paksaan.
Target utama dari program ini di wilayah Lombok adalah untuk memperluas basis pencarian bakat sejak usia dini. Selama ini, banyak anak-anak di daerah yang memiliki kekuatan fisik alami akibat aktivitas harian yang dinamis, namun mereka tidak tahu ke mana harus menyalurkan energi tersebut. Dengan membawa olahraga ini ke sekolah, tim pemantau bakat dapat mengidentifikasi siswa yang memiliki koordinasi motorik dan ketahanan fisik yang menonjol. Sekolah menjadi laboratorium awal untuk menyaring bibit unggul sebelum mereka diarahkan ke pusat pelatihan daerah yang lebih intensif guna mempersiapkan diri menjadi atlet profesional di masa depan.
Upaya untuk terus kenalkan olahraga ini juga mencakup pemberian pemahaman mengenai prospek karier bagi seorang atlet berprestasi. Banyak orang tua di Lombok yang masih ragu mengizinkan anaknya menekuni bela diri karena dianggap tidak memiliki masa depan. Melalui program ini, dipaparkan berbagai jalur beasiswa pendidikan, peluang menjadi anggota TNI/Polri melalui jalur prestasi, hingga potensi mewakili negara di ajang internasional. Penjelasan yang komprehensif ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat bahwa olahraga bisa menjadi jalan kesuksesan yang menjanjikan asalkan ditekuni dengan disiplin dan manajemen yang benar sejak bangku sekolah.
Fokus pada pembangunan prestasi individu dan daerah menjadi motor penggerak utama bagi organisasi PGSI di tingkat kabupaten. Dengan semakin banyaknya sekolah yang membuka unit latihan, frekuensi kejuaraan antar-pelajar dapat ditingkatkan. Kompetisi yang rutin akan melatih mental bertanding siswa agar tidak mudah menyerah saat menghadapi tekanan. Selain itu, nilai-nilai sportivitas yang diajarkan di atas matras, seperti menghormati lawan dan patuh pada instruksi wasit, akan membentuk karakter siswa menjadi lebih positif dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di lingkungan rumah mereka masing-masing.
