Melakukan pelepasan kepala saat terjebak dalam kuncian depan (front headlock) lawan memerlukan pemahaman biomekanika yang baik agar tidak menguras banyak energi. Posisi tertekan di mana kepala terperangkap di bawah dada lawan kerap membuat atlet panik dan kehilangan kendali pernapasan. Penggunaan rotasi siku merupakan metode yang sangat efektif untuk menciptakan celah dan merusak pegangan kuncian lawan.
Langkah pertama dalam program pembebasan ini adalah mengamankan saluran pernapasan dan mempertahankan postur leher agar tetap kuat. Pegulat tidak boleh menarik kepala secara lurus ke belakang karena hal itu justru mempererat kuncian lawan. Sebaliknya, pegulat harus merapat ke tubuh lawan guna mengurangi beban angkatan pada leher.
Untuk melengkapi taktik bertahan dari serangan jarak dekat ini, atlet dapat mempelajari program pembebasan diri dari kuncian pelukan dada pukulan siku tumpuan guna memperkaya opsi pertahanan ketika lawan mengubah variasi kuncian ke area badan. Pemahaman multi-situasi sangat krusial dalam pertarungan matras.
Teknik pemutaran siku dilakukan dengan cara mengangkat salah satu lengan setinggi mungkin, lalu memutarkannya secara melingkar melewati kepala atau lengan lawan yang mengunci. Gerakan memutar ini menciptakan daya dorong mekanis yang memaksa persendian siku dan pergelangan tangan lawan terbuka, sehingga perangkap kuncian pada kepala terlepas secara seketika.
Setelah kuncian terlepas, pegulat harus segera menggeser posisi badan ke arah samping atau belakang lawan (take the back) untuk mengambil alih kontrol pertandingan. Transisi yang cepat dari posisi bertahan menuju penyerangan akan mengejutkan lawan dan membuka peluang perolehan poin.
Dapat disimpulkan bahwa pembebasan diri dari posisi kuncian membutuhkan ketenangan, ketepatan waktu, dan penerapan teknik leverase yang benar. Latihan pengulangan yang konsisten akan memastikan pegulat mampu melepaskan diri dari tekanan kepala secara refleks di atas matras.
