Kategori: berita

Akselerasi Digitalisasi: Kemendikdasmen Dukung 330 Ribu Sekolah

Akselerasi Digitalisasi: Kemendikdasmen Dukung 330 Ribu Sekolah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah gencar menggalakkan program akselerasi digitalisasi di seluruh sekolah di Indonesia. Target ambisius pun ditetapkan: 330 ribu sekolah akan mendapatkan dukungan penuh untuk transformasi digital. Ini adalah langkah strategis Kemendikdasmen dalam mempersiapkan generasi emas yang melek teknologi dan siap bersaing di era industri 4.0.

Program digitalisasi ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga sekolah menengah, termasuk sekolah luar biasa. Fokus utama juga diberikan pada sekolah-sekolah di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), dengan sekitar 33 ribu sekolah di daerah tersebut menjadi prioritas penerima bantuan.

Bantuan digitalisasi pembelajaran yang akan diberikan meliputi berbagai perangkat dan fasilitas. Di antaranya adalah papan pintar atau interactive whiteboard, laptop, serta akses internet yang memadai. Paket ini dirancang untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih interaktif, modern, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Mendikdasmen optimis bahwa dengan dukungan teknologi ini, kualitas pembelajaran akan meningkat signifikan. Siswa akan menjadi lebih antusias karena pembelajaran terasa lebih menarik dan interaktif. Bahkan, hasil belajar juga diharapkan meningkat, terlihat dari partisipasi yang lebih aktif dan nilai yang lebih baik di sekolah.

Selain penyediaan perangkat, Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya pelatihan bagi guru. Ribuan guru akan dilatih untuk terampil mengajar coding dan Kecerdasan Buatan (AI). Hal ini penting untuk memastikan bahwa teknologi yang disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pendidik.

Transformasi digital pendidikan ini merupakan bagian integral dari visi Indonesia Emas 2045. Kemendikdasmen percaya bahwa tanpa lompatan digital seperti ini, Indonesia akan tertinggal. Oleh karena itu, persiapan harus dimulai dari sekarang, dari ruang-ruang kelas di seluruh pelosok negeri.

Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat, juga diperkuat. Program ini tidak hanya mengirimkan perangkat, tetapi juga mengisi dengan konten-konten pembelajaran digital yang relevan dan inovatif, memastikan ekosistem digitalisasi pendidikan yang komprehensif.

Dengan dukungan untuk 330 ribu sekolah, Kemendikdasmen bertekad menciptakan pendidikan bermutu untuk semua. Akselerasi digitalisasi ini diharapkan mampu mengatasi kesenjangan digital dan menghasilkan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global di masa depan.

Pekerja Mesir Kuno Mirip Anda? Waspada Postur Duduk Salah

Pekerja Mesir Kuno Mirip Anda? Waspada Postur Duduk Salah

Kita sering membayangkan pekerja Mesir Kuno sebagai pembangun piramida yang berdiri gagah. Namun, banyak juga yang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk. Para penulis, pemahat, atau seniman Mesir sering digambarkan duduk bersila atau berjongkok. Tanpa kursi ergonomis modern, mereka mungkin menghadapi tantangan postur yang mirip dengan kita hari ini. Waspada postur duduk yang salah.

Anatomi Pekerja Mesir Kuno dan Tantangan Postur

Gambaran hieroglif dan patung sering menunjukkan pekerja Mesir dalam posisi yang tidak ideal untuk jangka panjang. Duduk bersila di tanah atau bangku rendah bisa menyebabkan ketegangan pada punggung bawah dan leher. Ini mirip dengan apa yang dialami pekerja modern yang duduk membungkuk di depan komputer. Tubuh manusia, lintas zaman, memiliki batasan yang sama.

Mengapa Postur Duduk Salah Itu Berbahaya?

Postur duduk yang salah, baik dulu maupun sekarang, memiliki konsekuensi serius. Nyeri punggung kronis, ketegangan leher dan bahu, hingga masalah pada persendian adalah keluhan umum. Jangka panjang, dapat menyebabkan masalah muskuloskeletal yang parah. Ini mengurangi produktivitas dan kualitas hidup, entah Anda seorang ahli bangunan kuno atau pekerja kantoran modern.

Pelajaran dari Sejarah: Pentingnya Perhatian Postur

Meskipun Mesir Kuno tidak memiliki pengetahuan medis modern, seni dan patung mereka menunjukkan kesadaran akan anatomi. Namun, kita tidak tahu berapa banyak dari mereka yang menderita nyeri. Pelajaran pentingnya adalah, perhatian pada postur harus jadi prioritas. Jangan tunggu sampai merasakan sakit, mulailah memperbaiki kebiasaan duduk Anda sekarang juga.

Tips Postur Duduk Sehat untuk Pekerja Modern

Untuk menghindari nasib yang sama dengan kemungkinan penderitaan pekerja Mesir Kuno, perhatikan postur Anda. Duduklah tegak dengan punggung menempel sandaran kursi. Kaki menapak rata di lantai, dan lutut sejajar pinggul. Layar komputer sejajar mata. Istirahat sejenak setiap jam untuk meregangkan tubuh dan bergerak, ini sangat penting.

Investasi pada Kesehatan Postur Anda

Mungkin pekerja Mesir Kuno tidak memiliki pilihan. Namun, Anda punya. Berinvestasi pada kursi ergonomis yang baik atau meja berdiri bisa sangat membantu. Prioritaskan kesehatan postur Anda, karena ini akan berdampak besar pada produktivitas dan kesejahteraan jangka panjang. Jangan sampai mengulang kesalahan postur dari ribuan tahun yang lalu.

Galih: Guru SD Bergelar London, Hasil Beasiswa LPDP

Galih: Guru SD Bergelar London, Hasil Beasiswa LPDP

Nama Galih kini menjadi perbincangan hangat. Bagaimana tidak, ia adalah seorang guru Sekolah Dasar (SD) dengan Bergelar master dari London. Kisah inspiratifnya berawal dari beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ini adalah contoh nyata pengabdian.

Galih berhasil meraih beasiswa LPDP, impian banyak anak muda. Ia memilih melanjutkan studi pendidikan di salah satu universitas bergengsi di London. Selama di sana, ia fokus mendalami berbagai metode pengajaran modern. Tujuannya satu, kembali untuk Indonesia.

Setelah lulus, banyak tawaran menarik datang. Namun, hati Galih sudah bulat. Ia ingin mengabdikan diri pada pendidikan dasar. Ia percaya, perubahan besar harus dimulai dari fondasi yang kuat. Dan itu ada di jenjang SD.

Keputusan Galih memilih mengajar di SD sempat mengejutkan. Apalagi dengan gelar dari London. Banyak yang mengira ia akan memilih karier yang lebih “glamor”. Namun, baginya, mengajar adalah panggilan jiwa, bukan sekadar pekerjaan.

Galih kini mengajar di sebuah SD di daerah pedesaan. Ia membawa semangat dan ilmu baru dari luar negeri. Pembelajaran di kelasnya menjadi lebih dinamis. Siswa-siswanya merasakan langsung dampak positifnya. Mereka lebih bersemangat belajar.

Ia tidak hanya mengajar materi pelajaran. Galih juga menanamkan nilai-nilai karakter. Kedisiplinan, kreativitas, dan berpikir kritis. Ini semua ia peroleh dari pengalaman studinya. Ia ingin membentuk generasi penerus yang unggul.

Website personalnya, yang menampilkan materi pelajaran interaktif, juga menjadi daya tarik. Ia menciptakan media pembelajaran digital yang mudah diakses. Ini membuktikan bahwa teknologi bisa dimanfaatkan untuk pendidikan.

Kisah Galih adalah bukti nyata keberhasilan program LPDP. Beasiswa ini tidak hanya mencetak akademisi. Namun juga agen perubahan yang siap berbakti. Mereka membawa ilmu untuk kemajuan bangsa.

Banyak rekan guru dan kepala sekolah terinspirasi. Mereka melihat dedikasi Galih. Semangatnya menular, mendorong inovasi. Ia menunjukkan bahwa gelar tinggi sejalan dengan pengabdian di akar rumput.

Pihak LPDP dan Kemdikbud juga bangga. Galih adalah duta yang sempurna. Ia menunjukkan bahwa kesempatan beasiswa harus dimanfaatkan. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk kemajuan pendidikan.

Galih, sang guru bergelar London, adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Ia membuktikan bahwa pendidikan adalah investasi terbesar. Mari kita dukung lebih banyak Galih-Galih lainnya.

Lembaga Antikorupsi Bersuara: Gratifikasi di Dunia Edukasi Adalah Korupsi, Bukan Pendapatan

Lembaga Antikorupsi Bersuara: Gratifikasi di Dunia Edukasi Adalah Korupsi, Bukan Pendapatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyuarakan peringatan keras, kali ini secara khusus menyoroti dunia edukasi. Dengan tegas, KPK menyatakan bahwa gratifikasi, yang seringkali disalahpahami sebagai “rezeki” atau “hadiah”, sesungguhnya adalah bentuk korupsi yang harus ditolak oleh setiap insan pendidikan. Pesan ini menjadi sangat relevan dalam upaya membangun integritas dan transparansi di sektor yang fundamental bagi kemajuan bangsa.

Dalam pandangan KPK, dunia edukasi harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran dan antikorupsi sejak dini. Oleh karena itu, para pendidik, mulai dari guru sekolah dasar hingga dosen universitas, memiliki tanggung jawab moral dan etika untuk tidak terlibat dalam praktik gratifikasi. Gratifikasi dapat berbentuk berbagai pemberian, baik uang, barang, fasilitas, atau pelayanan yang diterima karena jabatan atau profesi, dan tidak dilaporkan kepada KPK dalam jangka waktu tertentu. Praktik semacam ini berpotensi memengaruhi objektivitas dalam penilaian, proses belajar mengajar, hingga keputusan administrasi.

Peringatan ini diperkuat melalui berbagai program edukasi yang gencar dilakukan KPK. Pada tanggal 2 Mei 2025, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, KPK menyelenggarakan webinar khusus yang diikuti ribuan guru dan dosen dari seluruh Indonesia. Dalam sesi tersebut, dijelaskan secara rinci mengenai jenis-jenis gratifikasi, sanksi hukum yang mengintai, serta prosedur pelaporannya. Kepala Satuan Tugas Pencegahan Korupsi KPK, dalam webinar tersebut, menekankan bahwa transparansi adalah kunci utama dalam mencegah praktik tercela ini di dunia edukasi.

Membangun lingkungan pendidikan yang bebas gratifikasi memerlukan peran aktif dari semua pihak. Institusi pendidikan harus memperkuat sistem pengawasan internal dan menyediakan kanal pelaporan yang aman bagi siapa saja yang menemukan indikasi gratifikasi. Selain itu, kolaborasi dengan aparat penegak hukum, seperti kepolisian, juga dapat dilakukan untuk mengedukasi lebih lanjut mengenai bahaya korupsi. Pada hari Senin, 19 Mei 2025, misalnya, sebuah lokakarya tentang integritas pendidikan diadakan di salah satu universitas negeri, melibatkan perwakilan dari kejaksaan dan kepolisian untuk memberikan perspektif hukum.

Pada akhirnya, pesan dari KPK ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen di dunia edukasi bahwa integritas adalah harga mati. Dengan menolak gratifikasi dan menjunjung tinggi kejujuran, para pendidik tidak hanya menjaga martabat profesi mereka, tetapi juga menjadi teladan nyata bagi generasi muda yang akan datang, mencetak pribadi yang berkarakter dan antikorupsi.

Rezeki Lebaran: Tunjangan Profesi Guru Madrasah Segera Cair

Rezeki Lebaran: Tunjangan Profesi Guru Madrasah Segera Cair

Kabar gembira datang menghampiri para guru madrasah di seluruh Indonesia! Tunjangan Profesi Guru (TPG) mereka akan segera dicairkan. Ini menjadi “rezeki Lebaran” yang sangat dinanti, menyambut hari raya Idulfitri dengan suka cita dan keberkahan.

Pencairan TPG jelang Lebaran ini adalah bentuk perhatian pemerintah. Tunjangan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran guru. Ini juga bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Meskipun tanggal pasti bisa bervariasi, pihak terkait telah mengonfirmasi proses pencairan sedang berjalan. Para guru diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Kementerian Agama dan instansi terkait di daerah masing-masing.

Tunjangan profesi adalah hak bagi guru madrasah bersertifikasi. Ini adalah pengakuan atas profesionalisme dan komitmen mereka dalam menjalankan tugas mulia. Proses verifikasi data telah dilakukan untuk memastikan validitas penerima.

Pencairan yang bertepatan dengan momen Lebaran ini akan sangat membantu. Guru dapat menggunakan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Baik untuk persiapan hari raya maupun kebutuhan lainnya yang mendesak.

Ini juga menjadi motivasi tambahan bagi para guru. Mereka merasa dihargai dan didukung penuh oleh pemerintah. Semangat mengajar diharapkan semakin berlipat ganda setelah menerima tunjangan ini.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi di berbagai daerah juga telah menginstruksikan percepatan proses. Mereka berkomitmen memastikan TPG ini dapat diterima guru sebelum hari raya.

Dampak positif dari pencairan ini tak hanya pada aspek finansial. Ini juga meningkatkan moral dan kebahagiaan para guru. Suasana kerja yang positif akan berdampak pada kualitas pembelajaran di madrasah.

Bagi guru yang mungkin belum menerima, tetap tenang dan lakukan konfirmasi. Pastikan semua persyaratan administrasi telah terpenuhi dengan benar. Informasi terkini akan terus disampaikan melalui saluran resmi.

Mari bersama-sama bersyukur atas rezeki Lebaran ini. Semoga Tunjangan Profesi Guru Madrasah ini membawa keberkahan. Selamat menyambut Idulfitri, para pahlawan pendidikan di madrasah seluruh Indonesia!

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca semua yang terjadi di sekitar kita, terimakasih !

Miskonsepsi Kenaikan Upah Guru: Ini Penjelasan Sebenarnya tentang Tambahan Tunjangan

Miskonsepsi Kenaikan Upah Guru: Ini Penjelasan Sebenarnya tentang Tambahan Tunjangan

Pernyataan mengenai Kenaikan Upah Guru telah memicu perdebatan dan berbagai miskonsepsi di kalangan masyarakat, termasuk para pendidik itu sendiri. Banyak yang langsung menafsirkan bahwa pemerintah akan menaikkan gaji pokok guru secara seragam. Namun, penting untuk meluruskan pemahaman ini. Yang sebenarnya terjadi adalah penambahan komponen tunjangan dan kompensasi lain, bukan perubahan pada besaran gaji pokok. Pemahaman yang akurat mengenai hal ini krusial agar informasi yang beredar tidak bias.

Fokus utama kebijakan ini adalah pada pemberian tunjangan tambahan dan peningkatan kompensasi bagi guru, bukan pada Kenaikan Upah Guru dalam artian gaji pokok. Bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah akan memberikan tunjangan tambahan yang jumlahnya setara dengan satu bulan gaji pokok. Tunjangan ini akan dibayarkan di luar gaji bulanan reguler. Sementara itu, untuk guru non-ASN yang telah berhasil memperoleh sertifikasi pendidik, ada peningkatan tunjangan profesi yang signifikan, dengan nilai mencapai hingga Rp 2 juta per bulan. Kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi dan profesionalisme guru.

Pemerintah telah menegaskan bahwa tidak ada perubahan pada struktur gaji pokok baik untuk guru ASN maupun non-ASN. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam konferensi pers pada Minggu, 1 Desember 2024, yang bertujuan untuk meluruskan miskonsepsi mengenai Kenaikan Upah Guru yang beredar di masyarakat. Penambahan kompensasi ini dirancang untuk memberikan dampak positif pada kesejahteraan guru tanpa mengubah struktur penggajian dasar yang sudah ada. Ini adalah strategi yang lebih fleksibel, memungkinkan pemerintah untuk memberikan insentif berdasarkan kualifikasi dan kontribusi.

Kebijakan ini juga diharapkan dapat memotivasi guru non-ASN untuk lebih gencar mengikuti program sertifikasi pendidik, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Dengan adanya kejelasan mengenai tambahan tunjangan ini, diharapkan para guru dapat merasakan peningkatan kesejahteraan yang konkret, meskipun bukan dalam bentuk Kenaikan Upah Guru pokok. Ini adalah bukti komitmen pemerintah dalam mendukung profesi guru dan meningkatkan mutu pendidikan nasional.

PGSI: Arsitek Kemajuan Gulat Indonesia dari Pembinaan hingga Prestasi Dunia

PGSI: Arsitek Kemajuan Gulat Indonesia dari Pembinaan hingga Prestasi Dunia

Di balik setiap keberhasilan pegulat Indonesia di kancah nasional maupun internasional, terdapat sebuah organisasi yang bekerja tanpa lelah sebagai motor penggerak. Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) adalah organisasi kunci yang tidak hanya mengelola dan memajukan olahraga gulat di Indonesia, tetapi juga memegang peranan sentral dalam membentuk masa depan disiplin olahraga ini. Fokus utamanya adalah pada pembinaan atlet berprestasi dan pengembangan ekosistem gulat secara keseluruhan, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan kejayaan.

Pembinaan Atlet Berprestasi: Fondasi Utama PGSI

Jantung dari misi PGSI adalah pencarian, pembinaan, dan pengembangan bakat-bakat atlet gulat dari berbagai usia. Proses ini dimulai dari identifikasi potensi dini, kemudian dilanjutkan dengan program latihan yang terstruktur dan sistematis. Program ini dirancang untuk mengasah tidak hanya kekuatan fisik, kecepatan, dan kelincahan, tetapi juga teknik gulat, taktik bertanding, serta ketahanan mental dan psikologis. PGSI memastikan para atlet mendapatkan bimbingan terbaik untuk memaksimalkan potensi mereka, demi mencapai performa puncak di matras.

Penyelenggaraan Kompetisi: Mengukur dan Mengasah Kemampuan

Untuk mengukur hasil pembinaan dan memberikan pengalaman bertanding yang esensial, PGSI secara rutin menyelenggarakan berbagai kejuaraan dan turnamen gulat. Ajang-ajang ini, mulai dari tingkat daerah hingga nasional seperti Kejuaraan Nasional Gulat Puan Maharani Cup, berfungsi sebagai barometer kemampuan atlet, ajang seleksi, dan panggung untuk memupuk semangat sportivitas. Kompetisi ini krusial untuk menguji adaptasi atlet terhadap tekanan, belajar dari kekalahan, dan membangun mental juara yang tak tergoyahkan.

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Menjaga Standar Tertinggi

PGSI memahami bahwa kemajuan gulat tidak hanya bergantung pada atlet. Oleh karena itu, organisasi ini juga berinvestasi besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Melalui program pelatihan dan sertifikasi, PGSI memastikan bahwa para pelatih, wasit, dan juri gulat Indonesia memiliki standar pengetahuan dan keterampilan terkini, sejalan dengan regulasi internasional. Kualitas SDM yang tinggi ini menjamin bahwa pembinaan dilakukan secara efektif, pertandingan berjalan adil, dan penilaian objektif, sehingga mendukung perkembangan olahraga ini dengan standar yang tinggi

Guru Ditantang DPR untuk Melek Teknologi

Guru Ditantang DPR untuk Melek Teknologi

Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia memberikan penekanan kuat terhadap kemampuan guru dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan. DPR menantang para pendidik di seluruh Indonesia untuk semakin melek teknologi sebagai respons terhadap era digital yang terus berkembang pesat. Kemampuan guru dalam mengintegrasikan TIK ke dalam proses belajar mengajar dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di masa depan.

Menurut Komisi X DPR, melek teknologi bagi guru bukan lagi sekadar kemampuan dasar, melainkan sebuah kompetensi yang wajib dimiliki. Di era di mana informasi dan pengetahuan mudah diakses melalui berbagai perangkat digital, guru dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi ini secara efektif dalam menyampaikan materi pelajaran. Dengan melek teknologi, guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan relevan bagi siswa yang tumbuh dalam lingkungan digital.

DPR juga menyoroti bahwa guru yang melek teknologi memiliki potensi besar untuk mengembangkan metode pengajaran yang inovatif. Mereka dapat memanfaatkan berbagai aplikasi dan platform digital untuk membuat materi pembelajaran yang lebih visual, audio, dan interaktif. Selain itu, teknologi juga memungkinkan guru untuk mengakses sumber belajar daring yang tak terbatas, sehingga dapat memperkaya materi pelajaran dan memberikan wawasan yang lebih luas kepada siswa. Pemanfaatan TIK juga dapat memfasilitasi kolaborasi antar siswa dan guru, serta memberikan umpan balik yang lebih cepat dan personal.

Pada tanggal 28 November 2023, dalam rapat kerja Komisi X DPR dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta, anggota Komisi X DPR, Andreas Hugo Pareira, menyampaikan bahwa Kemendikbudristek perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan literasi digital guru di seluruh Indonesia. Hal ini dapat dilakukan melalui program pelatihan yang berkelanjutan, penyediaan infrastruktur TIK yang memadai di sekolah-sekolah, serta pengembangan platform dan sumber belajar digital yang mudah diakses dan digunakan oleh guru.

Tantangan dari DPR agar guru semakin melek teknologi merupakan panggilan untuk transformasi dalam dunia pendidikan Indonesia. Dengan guru yang mampu memanfaatkan TIK secara efektif, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih dinamis, menarik, dan relevan bagi siswa, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan dan menghasilkan generasi penerus bangsa yang siap menghadapi era digital.

Investasi Pendidikan: Perusahaan BUMN Berperan dalam Peningkatan Mutu Pengajar Nasional

Investasi Pendidikan: Perusahaan BUMN Berperan dalam Peningkatan Mutu Pengajar Nasional

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pembangunan nasional melalui investasi pendidikan. Dengan kesadaran bahwa kualitas sumber daya manusia dimulai dari pendidikan yang baik, BUMN mengambil peran aktif dalam peningkatan mutu pengajar di seluruh Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk menciptakan generasi penerus yang lebih cerdas dan kompeten.

Menteri BUMN Erick Thohir secara konsisten menegaskan bahwa pendidikan adalah salah satu pilar utama dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN. Visi ini diwujudkan melalui kolaborasi antara 48 BUMN yang secara bersama-sama menggelar Pelatihan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Program ini dilaksanakan secara serentak di enam lokasi berbeda di Indonesia, mulai dari tanggal 11 hingga 12 Oktober 2022. Lokasi ini meliputi beberapa kota besar dan pusat pendidikan untuk memastikan jangkauan yang luas.

Pelatihan PPG ini dirancang khusus untuk membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru yang dibutuhkan untuk menghadapi ujian sertifikasi profesi. Sertifikasi ini penting untuk meningkatkan standar kompetensi dan profesionalisme mereka. Lebih dari 1.000 guru dari berbagai jenjang pendidikan berpartisipasi dalam pelatihan ini, baik secara luring maupun daring, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para pendidik untuk terus mengembangkan diri. Ini adalah investasi pendidikan yang langsung menyasar pada peningkatan kualitas di garda terdepan pembelajaran.

Selain menyediakan pelatihan gratis, BUMN juga memberikan dukungan finansial yang signifikan. Salah satunya adalah penggantian biaya ujian sertifikasi bagi guru-guru yang mengikuti ujian ulang, sebuah langkah konkret untuk meringankan beban finansial mereka. Kebijakan ini menegaskan bahwa investasi pendidikan yang dilakukan BUMN tidak hanya bersifat programatik, tetapi juga memperhatikan aspek kesejahteraan para pengajar. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi hambatan bagi guru-guru untuk meraih sertifikasi profesional.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, BUMN juga akan memberikan penghargaan kepada 2.022 guru di enam provinsi yang berhasil lulus ujian sertifikasi. Investasi pendidikan yang dilakukan oleh BUMN ini diharapkan mampu menciptakan efek domino positif, tidak hanya meningkatkan kualitas individu guru tetapi juga memicu ekosistem pendidikan yang lebih baik secara keseluruhan, yang pada akhirnya akan menghasilkan dampak positif jangka panjang bagi bangsa Indonesia.

Low Single Leg: Kunci Takedown Efisien dengan Target Rendah

Low Single Leg: Kunci Takedown Efisien dengan Target Rendah

Dalam dunia grappling seperti gulat, Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), dan Mixed Martial Arts (MMA), takedown yang efektif tidak selalu harus spektakuler. Low Single Leg adalah teknik takedown fundamental yang berfokus pada meraih satu kaki lawan rendah di pergelangan kaki atau betis. Keunggulannya terletak pada kemudahan akses target, kecepatan eksekusi, dan potensi untuk mengganggu keseimbangan lawan dengan cepat.

Mengapa Low Single Leg Efisien?

Low single leg menawarkan beberapa keuntungan strategis. Target kaki bagian bawah seringkali lebih mudah dijangkau dibandingkan pinggul atau paha. Selain itu, menyerang kaki di bawah pusat gravitasi lawan dapat dengan cepat menghilangkan pijakan mereka dan membuat mereka rentan untuk dijatuhkan. Teknik ini juga relatif aman bagi penyerang karena meminimalkan risiko terkena serangan guillotine choke atau sprawl yang kuat.

Langkah-Langkah Melakukan Low Single Leg Takedown:

  1. Stance dan Approach (Kuda-Kuda dan Pendekatan): Mulailah dengan kuda-kuda grappling yang stabil, dengan lutut sedikit ditekuk. Bergeraklah mendekati lawan dengan langkah-langkah kecil, menjaga jarak yang aman namun siap untuk menyerang.
  2. Level Change dan Penetration Step (Perubahan Level dan Langkah Penetrasi): Turunkan level Anda dengan menekuk lutut dan pinggul. Ambil langkah penetrasi yang cepat dengan salah satu kaki ke arah kaki target lawan. Langkah ini harus rendah dan bertujuan untuk menempatkan tubuh Anda di luar garis kaki lawan.
  3. Grip (Pegangan): Saat melakukan langkah penetrasi, raih kaki lawan di area pergelangan kaki atau betis dengan kedua tangan Anda. Satu tangan biasanya memegang pergelangan kaki atau tumit, sementara tangan lainnya memegang betis bagian atas untuk kontrol yang lebih baik. Rapatkan pegangan Anda.
  4. Head Position (Posisi Kepala): Tempatkan kepala Anda di sisi luar kaki yang Anda raih, dekat dengan lutut lawan. Posisi kepala yang benar membantu Anda mendorong ke arah yang diinginkan dan menjaga jarak aman dari serangan lawan.
  5. Lift or Drive (Angkatan atau Dorongan): Tergantung pada situasi dan preferensi Anda, ada dua cara utama untuk menyelesaikan low single leg:
    • Lift: Gunakan kekuatan kaki dan punggul Anda untuk mengangkat kaki lawan tinggi-tinggi, menghilangkan pijakannya, dan menjatuhkannya ke belakang atau samping.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa