Memenangkan pertandingan Gulat Amatir sering kali bergantung pada pemahaman mendalam tentang bagaimana poin diperoleh dan dihitung, yang dikenal sebagai Sistem Penilaian. Dalam arena kompetisi yang ketat, di mana selisih satu atau dua poin dapat menentukan medali emas, memahami aturan dan poin krusial adalah kunci untuk menghindari kekalahan kontroversial. Federasi Gulat Dunia (UWW) telah menetapkan serangkaian kriteria yang jelas, namun kompleks, yang harus dikuasai oleh atlet, pelatih, dan penggemar. Kegagalan memahami poin-poin ini dapat menyebabkan atlet kehilangan kesempatan emas atau melakukan kesalahan yang berujung pada penalty yang merugikan.
Poin paling umum diperoleh melalui takedown, yaitu tindakan membawa lawan dari posisi berdiri ke matras di mana pegulat mendapatkan kontrol penuh. Takedown biasanya bernilai 2 poin. Namun, nilai poin bisa meningkat menjadi 4 atau 5 poin jika takedown tersebut dilakukan dengan teknik amplitude tinggi, seperti bantingan besar (throw) yang membalikkan lawan hingga bahunya terpapar bahaya. Pemahaman yang akurat mengenai Sistem Penilaian ini krusial. Seorang wasit senior yang bertugas di Kejuaraan Asia Tenggara pada 17 Juli 2024 pernah menjelaskan bahwa kesalahan terbesar pegulat adalah mengasumsikan bantingan keras otomatis bernilai 5 poin, padahal kriteria teknis untuk amplitude tinggi (misalnya, pinggul lawan harus berada di atas bahu pegulat) tidak terpenuhi.
Selain takedown, poin juga diperoleh dari exposure dan reversal. Exposure (atau danger position) terjadi ketika seorang pegulat menahan bahu lawan sedekat mungkin dengan matras tanpa mencetak pin, yang biasanya bernilai 2 poin. Sementara itu, reversal adalah tindakan di mana pegulat yang berada dalam posisi bertahan (bottom position) berhasil membalikkan keadaan dan mendapatkan posisi kontrol atas lawan, bernilai 1 poin. Elemen lain dalam Sistem Penilaian adalah escape (keluar dari kontrol lawan), yang juga bernilai 1 poin, dan penalty dari lawan (misalnya, karena pasif atau melakukan gerakan ilegal).
Pengetahuan akan technical superiority atau keunggulan teknis juga penting. Sebuah pertandingan gulat dapat diakhiri lebih awal jika salah satu pegulat mencapai keunggulan poin yang signifikan, yang disebut technical fall. Batas keunggulan ini bervariasi antara gaya Gulat Bebas dan Yunani-Romawi, namun umumnya sekitar 10 poin. Dalam sebuah pertemuan internal Komite Teknis Gulat pada Sabtu, 14 Januari 2023, diputuskan bahwa pegulat harus secara aktif berupaya mencapai technical fall pada ronde pertama untuk menghemat energi, mengingat durasi pertandingan biasanya 6 menit (dua ronde).
Memahami Sistem Penilaian juga berarti memahami bagaimana menghindari kerugian poin. Poin penalty (yang memberikan 1 atau 2 poin kepada lawan) sering kali terjadi akibat pasif (kurangnya serangan), mendorong lawan keluar dari matras (out of bounds), atau melakukan teknik yang dilarang. Kekalahan kontroversial seringkali berasal dari interpretasi wasit terhadap passivity atau danger position. Oleh karena itu, pegulat harus menunjukkan agresi yang konsisten sepanjang pertandingan untuk tidak memberi peluang wasit mengeluarkan peringatan pasif.
